Powered by Blogger.

Monday, February 25, 2019

Pendaratan Wahana Hayabusa-2 Jepang di Asteroid Ryugu

ilustrasi
Pesawat antariksa Jepang, Hayabusa-2, berhasil mendarat di sebuah asteroid bernama Ryugu. Ia akan mencoba untuk mengambil contoh bebatuan di permukaan asteroid tersebut.

Dikutip detikINET dari BBC, Hayabusa-2 mencapai Ryugu pada Juni 2018 setelah perjalanan selama 3,5 tahun dari Bumi. Setelah bermanuver lama di orbitnya, akhirnya dilakukan proses mendarat yang sukses.

Dengan perangkat khusus, pesawat itu akan menembakkan peluru dari metal ke permukaan. Partikel yang terangkat karena tembakan itu akan coba diambil oleh Hayabusa-2 dengan semacam corong.

Hayabusa-2 mulai turun dari posisinya, 20 kilometer di atas Ryugu, pada 21 Februari. Setelah menyelesaikan misinya, ia direncanakan pulang ke Bumi pada tahun 2020.

Ryugu panjangnya sekitar 1 kilometer. Ia termasuk kategori batu angkasa primitif yang dikenal dengan sebutan C-type. Asteroid-asteroid yang berada dekat Bumi ini merupakan peninggalan dari masa-masa awal lahirnya Tata Surya.

"Sampel dari Ryugu memungkinkan sejarahnya untuk dieksplorasi. Mungkin saja asteroid semacam itu membawa air dan materi organik yang diperlukan untuk memulai kehidupan di Bumi. Sampel itu akan berguna untuk meneliti kemungkinan ini," kata Profesor Alan Fitzsimmons dari University Belfast.


Lembaga antariksa Jepang, Jaxa, awalnya berencana mendaratkan Hayabusa-2 pada Oktober tahun lalu. Namun permukaan Ryugu ternyata jauh lebih kasar dari perkiraan, sehingga sulit ditemukan permukaan yang cukup besar dan datar untuk mengambil sampel.

Maret mendatang, Jaxa berencana membuat ledakan di Ryugu untuk membuat kawah. Hayabusa-2 pun akan mengambil sampel dari situ, yang belum pernah terusik selama miliaran tahun. (sumber)
Published: By: Admin2 - 7:00 AM

Thursday, November 29, 2018

Pengurus PKC PMII SUMUT Baru Dilantik di #PesantrenAlKautsarAlakbar

ilustrasi
Pengurus Koordinator Cabang Sumatra Utara (PKC PMII SUMUT) Masa khidmat 2018-2020 dilantik baru-baru ini di Pesantren Al Kautsar Al Akbar, Medan, Sumatera Utara.

Hal itu diposting akun Facebook PMII Labuhan Batu.

"Selamat dan Sukses atas dilantiknya Pengurus Koordinator Cabang Sumatra Utara (PKC PMII SUMUT) Masa khidmat 2018-2020. Yang Dihadiri Oleh Ketua Umum PB PMII sahabat Agus Mulyono Herlambang, Semoga Amanah dalam menjalankan kepemimpinan organisasi Abganda Sahabat Azlansyah Hasibuan dan bersama pengurus lainnya. Medan, 15 November 2018.," seperti postingan d FB tersebut.

PMII kini telah mempunyai berbagai cabang di seluruh Sumatera Utara.


Published: By: Admin2 - 9:30 AM

Wednesday, January 31, 2018

Gerhana Bulan ##SuperBlueBloodMoon, #Pesantren Ini Sediakan #Teleskop Buatan #Santri #Teknologi #Antariksa #Harlah92NU #NUMasaDepan

Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Kartasura, Sukoharjo akan mengadakan pengamatan bersama fenomena gerhana bulan, Rabu (31/1/2018) malam.

"Bagi masyarakat yang ingin melihat secara lebih jelas menggunakan teleskop, bisa datang ke sini, akan disediakan 15 teleskop, 10 di antaranya buatan santri kami," kata Pembina Club Astronomi Santri Assalam (CASA), Ar Sugeng Riyadi saat dijumpai TribunSolo.com, Selasa (30/1/2018).

"Kebanyakan rakitan dari santri yang tergabung dalam CASA, hasilnya lumayan, "jelasnya.

Adapun Observatorium Assalaam akan buka untuk masyarakat umum mulai pukul 19.00 WIB.

Ia menyampaikan, puncak gerhana diperkirakan pada pukul 21.08 WIB.

"Pukul 8 malam juga akan ada salat gerhana di sini, " kata Ustaz Ar begitu ia biasa disapa.

Rabu (31/1/2018) malam, penduduk Solo bisa menjadi saksi terjadinya 3 fenomena bulan sekaligus. (sumber)
Published: By: Admin2 - 6:43 PM

Thursday, March 30, 2017

Di Indonesia Tu-16 Badger Sudah Dimuseumkan, Di Tingkok Diproduksi Massal

Pesawat pengebom Tu-16 Badger milik TNI -AU sudah lama dimuseumkan.

Namun di Tiongkok pesawat ini diproduksi massal kembali menunggu matangnya desain pembom siluman yang sedang dirancang.



Indonesia sendiri tidak mempunyai pesawat pengganti usai dismuseumkan. Padahal, pesawat ini masih layak dipakai tentu dengan mesin dan sistem avianik yang mutakhir.

Keputusan politik saat ini dijadikan argumen digrounded-nya pesawat ini, tapi jika dengan reka ulang, bisa saja bangsa Indonesia mandiri memproduksi massal kannya.


Published: By: Admin2 - 9:30 AM

 

Ads